Pesona Alam Gunung Kidul... Cool and Hot!


Jika mencari tempat wisata pegunungan sekaligus pantai, kawasan Kabupaten Gunung Kidul pilihan maknyus! Gugus pantai yang indah, baik pasir putih maupun pasir hitam, hingga jeram-jeram air sungai tersedia di kabupaten satu ini. Kawasan pantainya meliputi pantai Krakal, Sundak, Kukup, Baron, Indrayanti, Drini, Wediombo dan yang paaaaaaling tidak dikenal wisatawan yaitu Jungwok. Ya, pantai Jungwok tidak banyak dikunjungi bahkan dikenal oleh wisatawan, mungkin inilah yang menyebabkan pantai ini masih terlihat asri dan cantik, tidak ada pedagang maupun fasilitas umum. Pantai Jungwok menjadi tujuan utama, menggoda untuk didatangi dan mendirikan tenda semalam sambil pesta bakar ikan. Haaaah, membayangkannya saja saya sudah merasa tergila-gila.

Oke, destinasi perjalanan wisata kami kali ini adalah Goa Pindul dan Pantai Jungwok. Seperti biasa, kami mampir ke sekolah dasar untuk berbagi bersama adik-adik di SDN Grogol IV. Minimal "dua buku" dari setiap orang disumbangkan untuk perpustakaan sekolah dasar. Guru-guru menyambut kami dengan penuh suka cita, adik-adik lucu tertawa lebar ketika kami sapa. Inilah yang disebut indahnya berbagi.
Bersama Guru dan Siswa-siswi SDN IV Grogol, Gunung Kidul



Sebelum ke pantai Jungwok wajib mampir ke wisata air mengikuti jeramnya. Yuk! Kita caving di Goa Pindul dan rafting di Sungai Oyo! 
Goa pindul berasal dari kata pipi jendul dalam bahasa jawa yang artinya pipi tembem. Dikatakan demikian karena struktur langit-langit goa ini memiliki batu-batu stalaktit yang menjuntai ke bawah berbentuk bulatan besar. Tidak seperti biasanya rafting yang menggunakan perahu karet, kali ini mencoba rafting dan cave tubing, menggunakan ban dalam mobil yang besar. Kita cukup diam berada di atas ban dan jangan khawatir yang tidak bisa berenang karena kita mendapatkan pelampung, laluuuuu ban meluncur menyusuri sungai, safety



Sensasi menyusuri goa Pindul cukup menyenangkan, gelap, dingin. Goa terbagi atas tiga zona yakni zona terang, remang-remang serta gelap abadi. Cave tubing dimulai dari Zona terang, kita masih bisa melihat dengan jelas dinding-dinding dan atap goa tanpa bantuan cahaya buatan. Lebih masuk ke dalam goa tibalah di zona remang-remang, masih bisa melihat sekitaran namun tidak terlalu jelas, akan tampak lebih jelas jika menyorotkan lampu senter pada dinding-dindng goa jika ingin lebih detail melihatnya. Lebih masuk lagi ke dalam goa sampailah di zona gelap, hampir tidak ada cahaya alami yang menembus zona ini, penggunaan lampu senter sangat dibutuhkan untuk melewati goa ini dengan baik. Dalam zona ini terdapat beberapa pilar stalaktit gong, dikatakan demikian karena jika dipukul dengan tangan akan terdengar suara gong gamelan.



Ada penghuni goa yang sedang beristirahat, beberapa kumpulan kelelawar bergelantungan menikmati tidur siangnya. Nampaknya mereka tidak terlalu menghiraukan kehadiran wisatawan-wisatawan, atau mungkin sudah terbiasa. Ada dua jenis kelelawar yang menghuni goa ini, yaitu kelelawar pemakan serangga (kampret) dan kelelawar pemakan buah-buahan (codot).



Semakin hari kawasan ini semakin banyak dikunjungi wisatawan karena beberapa media televisi mulai menayangkan lokasi rekreasi ini sehingga menarik wisatawan. Tidak masalah jika Goa Pindul semakin banyak dikunjungi orang, namun dihimbau bagi wisatawan maupun pengelolanya agar tetap menjaga kelestarian goa beserta isinya. Karena goa ini bukan buatan manusia, maka jika ada kerusakan tidak akan dapat diperbaiki kembali seperti semula, tapi kita mampu mencegah kerusakan itu kan?

Puas cave tubing di Goa Pindul dilanjutkan dengan rafting tubing di Sungai Oyo. Mariiii meluncur ke hulu sungai Oyo dengan kendaraan tempur kitaaaa!!!


Embeeeek...



Menyusuri sungai berputar-putar mengikuti jeramnya seruuuu.... Aliran sungai ini tergolong tenang, hanya ada beberapa jeram yang bisa membuat kami berteriak keras saat melewatinya. Keluarkan tenagamu untuk berteriak! Yhaaaaaaha!

Upsss salah satu teman kami ada yang jatuh dari tubing saat melewati jeram. Tapi masih aman karena pelampung yang ia kenakan.


Terlihat Kaki Teman Kami di Posisi Atas Hahaha....


 

Bagi yang berani menguji adrenalinnya ada tempat untuk meloncat terjun ke air sungai, dekat dengan air terjun kecil, tingginya lumayan mengguncang jiwa yah hahahaha.... Siapa takut, let's jump! byuuuurrrr....
Bagi yang hatinya sedang patah sepatah-patahnya, jangan berpikir untuk bunuh diri, tapi silakan lompat dari ketinggian menceburkan diri di sungai Oyo, tentunya dengan pelampung biar aman ^_^

Siap Melompat





Selesai bermain air, hari semakin sore, mari perjalanan dilanjutkan ke Pantai Jungwok. Pantai Jungwok berada dekat dengan pantai Wediombo, cukup berjalan kaki dari pantai Wediombo. Jalur trekking menuju pantai Jungwok tidak terlalu jauh, hanya sekitar 1-2 km. Namun trekking kami waktu itu cukup menguras tenaga karena hari sudah mulai gelap dan kondisi tanah liatnya melekat menempel pada alas kaki. Nampaknya tanah liat pada saat itu telah diguyur hujan sejak sore. 

Susah payah itu terbayarkan dengan siluet batu karang pantai Jungwok yang indah. Itu dia tujuan kami! Tidak berapa lama langsung mendirikan tenda-tenda, lalu menyiapkan hidangan makan malam.

Sunrise Tertutup Awan di Pantai jungwok


Ombak Cantik, Gadis Manis, Serasi!

Semilir angin malam, suara gemuruh ombak, terangnya sinar bulan yang hampir bulat sempurna, dinginnya air pantai dan hangatnya keakraban kawan-kawan menjadikan liburan kami kali sangat menyenangkan. Bersyukurlah pada Tuhan bahwa kita masih bisa merasakan itu semua sebagai nikmat yang tidak dapat didustakan lagi. Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?


Pantai Jungwok



Komentar

  1. Sundak, Kukup, Wediombo masih PeEr...hahahaha

    BalasHapus
  2. Weeew, jadi masih mau nih balik lagi ke Gunung Kidul hihihi... Kalo ke sana lagi jangan ketinggalan pantai Kukup yaaa... Cantik pantainya ^_*

    BalasHapus
  3. waadaaaww >_< ada foto aku kecemplung di tkp hahahaha

    BalasHapus
  4. Hiaaahaha yang kakinya kejengkang di atas air nongol, uupppssst ^_^ v

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

15 Jam untuk "Tektok" Gunung Pangrango, Jawa Barat

Pengibaran Bendera Sepanjang 1 Kilometer di Gunung Rakutak, Bandung

Backpacker ke Dieng, Wonosobo