Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Antara Horror vs Kocak di Gunung Arjuna & Welirang (Bagian 3)

Sebelumnya Antara Horror vs Kocak di Gunung Arjuna & Welirang (Bagian 2)

5 November 2016
“Pagi sayang... Sini minum dulu teh hangatnya”, tiba-tiba ada senyum manis menyapa, membuat saya ingin cepat mendekat meski mata ini masih perih dibuka.
Heh, khayalan ding itu khayalan. Salah, salah.


Tiga tas berisi logistik yang ditinggal di jalur semalam sudah diambil, langsung masak-masak, makan, tertawa, kemudian langsung berangkat menuju puncak Gunung Welirang. Cuaca cerah sekali pagi itu setelah semalam sedikit gerimis. Kami baru bergerak menuju jalur puncak sekitar pukul 9 pagi dengan bekal nasi dan lauk untuk makan siang. Ada yang lucu. Saya dan kawan Malaysia terjebak dalam satu kata yang sulit saya pahami. "Lia, bisakah kita nak bawa nasi di dalam .....", pinta salah satu kawan dari Kuala Lumpur, saya lupa kata asing apa yang disebutkan. Hah? Nasi ditaruh di nesting? Di piring? Di daun? Lama kami ber-hah? hah? Serasa sedang rapat sama pejabat, alot. Kami lupa bahwa di bumi ini a…

Antara Horror vs Kocak di Gunung Arjuna & Welirang (Bagian 2)

Gambar
Sebelumnya...
Antara Horror vs Kocak di Gunung Arjuna & Welirang (Bagian 1)




Sejam jalan terus tanpa berhenti, niatnya mau mengikuti langkah 4 kawan dari Malaysia. Tapi apa daya, kecepatan langkah saya mulai menurun. "Kang, kok kamu jalannya cepet sih, padahal bawa tas berat", kata saya ke Kang Rizal. "Kalau mendaki itu jalannya pelan-pelan saja asal konsisten, jangan banyak istirahat, jadi kesannya cepat", jawab Kang Rizal. Saya manggut-manggut sambil mengatur napas, tapi tiba-tiba kang Rizal yang ada di belakang saya berhenti dan meletakkan carrier. Dia langsung duduk, "kaki saya keram", katanya sambil nyengir. Whoahahaha! Hush!


Wajar kakinya keram, beban carrier sangat berat, ada tenda dan beberapa peralatan tim di dalamnya.Hari sudah mulai gelap, saya hanya bisa menungguinya dan menawarkan minuman. Salah satu kawan dari Malaysia adalah seorang dokter, beliau bernama dokter Ramli memberikan air mineral dicampur garam untuk Kang Rizal. Katanya itu memba…

Antara Horror vs Kocak di Gunung Arjuna & Welirang

Gambar
Sore berganti malam, saya yang berjalan turun gunung bersebelahan dengan Bang Arul tiba-tiba mendengar jeritan suara burung mirip perempuan tertawa, eh, perempuan mirip burung, duh, entahlah apa itu. Langkah kami berdua dipercepat, saya tidak berani menoleh kiri dan kanan apalagi belakang dan atas. Bang Arul yang berada di sisi kiri saya sepertinya mendengar suara itu juga. Tim kami berada jauh di belakang, sedangkan lima orang lagi jauh di depan. Setelah jalan lumayan jauh dari suara itu, kami perlambat langkah hingga tim belakang bisa menyusul kami. 

---------------------------------

3 November 2016
Tiga hari sebelumnya, 10 orang bertolak dari Jakarta menuju Surabaya menaiki kereta api. Tim kami bertambah 4 orang di Surabaya, mereka berasal dari Malaysia, salah satu diantaranya perempuan berbadan mungil, tapi tenaganya sebumi! Dari sisi manajemen tenaga, cowok tim kami yang dari Jakarta kalah semua lah, haha! 


4 November 2016

Dini hari setelah melakukan perjalanan selama 11 jam di atas …