Tiga Pantai Eksotik di Gunung Kidul

1. Pantai Baron
2. Pantai Kukup
3. Pantai Sundak


Ketiganya berada di daerah Gunung Kidul, Provinsi DI Yogyakarta. Letak pantainya berdekatan, namun ajaibnya ketiganya memiliki daya tarik yang berbeda-beda. 


Pantai Baron memiliki karakter dengan pasir berwarna coklat muda dan lembut. Pantai yang diapit tebing dari sisi kanan dan kiri menjadikan ombak yang sampai di garis pantai sangatlah tenang. Cocok untuk sekedar berenang di pinggiran pantai mengingat pantai selatan dikenal dengan ombaknya yang besar karena berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Jika kondisi laut pasang, di sela-sela tebing akan terdapat genangan air yang cukup untuk berendam hingga berenang, asyik karena tidak ada ombak sama sekali di sini.


Tebing Cantik di Sisi Pantai Baron

Pantai Baron merupakan tempat nelayan berangkat dan pulang mencari ikan. Ombak yang tidak terlalu besar menjadi tempat strategis bagi nelayan untuk beraktifitas di dekat pantai ini. Ketika perahu nelayan mendekati pantai, warga langsung menyerbu untuk membeli ikan segar bahkan langsung mengambil sendiri dari jaring-jaring perangkap ikan. Saya amati, kebanyakan yang membeli adalah ibu rumah tangga, mungkin untuk dikonsumsi sendiri. Selebihnya, ikan-ikan tersebut oleh nelayan dikumpulkan untuk dijual pada tengkulak. 


Bisa dibayangkan, jika beli langsung di sini ikannya masih segar dan manis.



Air Laut Pantai Baron Sangat Tenang


Genangan Air Laut, Asyik untuk Sekedar Berendam

Pantai Kukup memiliki keistimewaan mirip Tanah Lot di Bali. Kita dapat menemukan tebing yang terpisah laut seperti pura Tanah Lot yang terpisah dengan daratan. Perbedaannya, di Pantai Kukup tidak ada pura di tebing tersebut, hanya terlihat bangunan semacam gazebo terbuka. Jembatan terlihat meliuk menghubungkan tebing dengan daratan Pantai Kukup. Jika kita menaiki jembatan itu maka pemandangan Pantai Kukup akan terlihat luar biasa indah. Sisi kanan jembatan disuguhi garis Pantai Kukup yang melengkung dan sisi kiri jembatan akan terlihat tebing curam dengan deburan ombak yang cukup besar. Suara ombak dari sisi kiri atau timur pantai ini membuat saya harus meninggikan suara jika berbicara di atas jembatan.




Ada "Tanah Lot" di Pantai Kukup


Rumput Laut Hijau Nampak Menutupi Pantai Kukup


Jembatan Pantai Kukup


Lengkungan Garis Pantai Kukup Cantik Ya..


Pantai Sundak berpasir putih kecoklatan memiliki garis pantai yang agak tinggi sehingga deburan ombak terhadang gundukan pasir. Area pasir yang sempit tidak menyurutkan kecantikan pantai karena ternyata sepanjang mata memandang terlihat air dan ombaknya yang tipis cukup luas. Ini dikarenakan terdapat karang yang datar di sepanjang pantai sebelum mencapai garis pantai. Tidak teralalu dalam jika menjelajahi area karang tersebut, namun kaki akan terasa sakit karena karang cukup tajam dan sedikit geli karena rumput laut banyak menyelimuti karang.


Oiya, karena di kawasan pantai selatan berlimpah dengan rumput lautnya, maka warga sekitar mengolahnya menjadi makanan ringan yang sehat yaitu keripik rumput laut. Rasanya seperti keripik bayam, hanya keripik rumput laut terasa sekali seratnya. 





Pantai Sundak


Pasir Putih di Pantai Sundak





Pantai Sundak





Menariknya, di pantai-pantai ini banyak dijumpai pedagang yang menjual saringan ikan beserta plastik! Awalnya saya tidak tahu menahu maksud dari saringan ikan yang dijajakan warga. Ternyata setelah melihat anak-anak asyik mencari ikan kecil di pantai menggunakan saringan ikan.... Hmmmm apa iya bisa menangkap ikan yang "larinya" gesit-gesit banget... 

Kawasan pantai di Gunung Kidul cocok untuk dijadikan alternatif wisata keluarga atau bersama kawan-kawan. Pemandangannya masih asri karena jauh dari hiruk-pikuk kota dan masih jarang pengunjungnya. Sayangnya, kendaraan umum untuk menuju pantai-pantai ini tidak tersedia, jika kalian dari luar kota ya harus sedikit repot menyewa kendaraan.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Savana Cikasur yang Melegenda di Gunung Argopuro (Part 1)

Pengibaran Bendera Sepanjang 1 Kilometer di Gunung Rakutak, Bandung