Postingan

Trekking Nanggung ke Gunung Penanggungan, Mojokerto

Gambar
Sebelas jam kaki ditekuk, pegal, punggung rasanya sudah tegak lurus mirip penggaris 90". Sebelas jam itu kami bertiga, cewek semua, menggelepar di kereta ekonomi  Jakarta  jurusan Surabaya. Tujuan kami  trekking  nanggung ke Gunung Penanggungan, Mojokerto Jawa Timur. Kenapa nanggung? Ya, kami hanya ingin naik gunung pagi dan langsung turun sore hari, tidak bermalam di gunung. Saya pikir waktunya memang cukup karena sempat riset kecil-kecilan dengan membaca blog orang, gunung tersebut bisa untuk tektok dalam sehari. Kenyataannya? ----------------------------------------------------------------------------------------- Pagi buta, kami bertolak dari Stasiun Pasar Turi menaiki taksi menuju ke kawasan Taman Gunung Anyar, Surabaya untuk mengambil motor yang kami sewa. Kami mendapat tambahan satu personil cowok, kenal di forum komunitas online. Syukurlah, ada tambahan personil yang bisa nyetir sepeda motor. Bahkan dengan baiknya dia nyetir untuk dua...

Tips Menghadapi Datang Bulan Saat Traveling

Cara mempercepat datangnya menstruasi... (klik enter!) Ya, sejak hobi jalan-jalan melanda beberapa tahun yang lalu, saya jadi rajin menandai siklus bulanan. Ini bermanfaat jika saya akan bepergian terutama ketika naik gunung atau main di pantai. Namun di sisi lain akan memudahkan karena tidak perlu memikirkan jadwal sholat dan tidak perlu khawatir pakaian terkena najis. Pengalaman tidak menyenangkan selalu saja terjadi ketika sang tamu bulanan datang. Kondisi badan yang tidak bugar hingga emosi yang tidak terkendali dapat merusak suasana liburan, bahkan tidak jarang teman di sekeliling pun ikut terkena imbasnya. Haha! Misalnya, ketika saya naik Gunung Slamet di Jawa Tengah, tiba-tiba pada hari H menjelang  summit attack  saya mengalami keram perut. Setelah dicek hasilnya positif saya datang bulan. Alhasil saya menuju puncak gunung dengan kondisi badan yang tidak karuan, pegal, mual dan pening. Teman-teman laki-laki satu tim saya sangat baik, saya diba...

Pengibaran Bendera Sepanjang 1 Kilometer di Gunung Rakutak, Bandung

Gambar
Pelan-pelan matahari muncul dari timur, di ujung kumpulan puncak Gunung Rakutak, tepat pada tanggal 17 Agustus 2015. Gunung Rakutak memang memiliki 3 puncak yang terbentang dalam satu punggungan, memanjang dari barat ke timur. Saya dan teman-teman tiba di puncak sisi barat, tepat saat matahari mulai muncul. Terlihat bendera ukuran besar berkibar di atas sebatang galah, mata saya mulai berkaca-kaca, ini hari merdeka. Saya berlarian menuju ke puncak timur ke arah matahari terbit, tidak rela matahari secepat itu merangkak naik. Tapi nyatanya saya sampai pada puncak paling timur Gunung Rakutak terlambat, matahari telah naik tinggi, ini karena di tengah jalan saya asik foto-foto haha… cekrak cekrek cekreeeekkk… Pendakian masal Gunung Rakutak pada tanggal 16-17 Agustus 2015 diadakan oleh dua k omunitas pecinta alam yaitu   Forum Komunikasi Pecinta Alam (FKPA) Kabupaten Bandung dan Himpala Rakutak. Istimewanya, tepat pada hari kemerdekaan dikibarka...

Pulau Roar, eh, Oar di Ujung Kulon, Banten

Gambar
I got the eye of the tiger, a fighter, dancing through the fire, cause I am a champion and you’re gonna hear me roar.. Louder, louder than a lion, cause I am a champion and you’re gonna hear me roar wo.o.o.o.oooo wo.o.o.o.oooo... (terus aja wo-wo-an sampe keselek macan beneran ) Saya  berulang-ulang bersenandung lagu ini karena judul lagunya mirip pulau yang akan saya kunjungi, Pulau (R)Oar. Sebenarnya trip ini dadakan, berawal dari kebimbangan saya dan beberapa teman di satu grup whatsapp membahas liburan akhir pekan di Jakarta . Setelah ngobrol ke sana-kemari, sempat bahas pulau-pulau yang nyeberang ke Sumatera, akhirnya kami memutuskan untuk ke Kota Serang menuju Benteng Spellwijk , putusan ini diambil saat H-5 trip . Namun saat H-2 tiba-tiba salah satu orang iseng bilang: “Eh, sekalian saja ke Tanjung Lesung, toh sama-sama di Banten juga, pasti deketan tuh sama Benteng Spellwijk ”.  Kabar ini membuat teman saya lainnya semangat hingga share...

Tek-tok Unyu di Bukit Munara, Bogor

Gambar
Lebih tepatnya ini naik bukit, bukan naik gunung karena puncaknya dapat digapai dalam waktu satu jam saja. Itu pun sudah termasuk foto-foto gemes dan istirahat cantik.  Namanya Bukit Munara di ketinggian 1.119 MDPL. Hari Sabtu, saya dan seorang teman bertolak dari Jakarta menuju ke Bogor menggunakan commuter line . Meeting point saya dan teman saya itu di Stasiun Bogor. Uniknya, ternyata kami berada di satu rangkaian yang sama namun baru menyadarinya setelah saling mengirim pesan singkat saat turun dari kereta. Gunung, eh, bukit yang akan kami tuju berlokasi di Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Menurut informasi yang saya baca di blog-blog, lokasi ini dapat dijangkau cukup dengan menaiki transportasi umum angkot. Berganti-ganti angkot sebanyak tiga kali membuat saya agak mengantuk, apalagi di angkot ketiga yang durasinya setengah jam lebih dengan kecepatan normal… Bikin pengin gelar matras di angkot! Saya sampai di...