Cukang Taneuh sang Green Canyon di Pulau Jawa

Pantai Pangandaran
 

Pantai Pangandaran
Sudah familiar dengan pantai itu bukan?

Terletak di pantai selatan pulau Jawa tepatnya di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.



Cukang Taheuh alias Green Canyon versi Jawa Barat


Cukang Taneuh
Kalau yang ini, apakah anda sudah tahu tempat wisata ini?



Di Cukang Taneuh, Ciamis Jawa Barat, dengan berbekal pelampung kita dapat melakukan rafting, tepatnya body rafting di sungai ini. Tidak disangka, daerah yang dekat dengan pantai pangandaran ini ternyata sungainya memiliki jeram-jeram, namun tidak terlalu lebar dan banyak bebatuan melintang yang mengapit lebar sungai ini. Oleh karena itu, sungai ini bisa dijejaki dengan bermain body rafting saja karena perahu karet tidak bisa meluncur di sela-sela bebatuan sungai yang terjal.


Menuju Hulu Sungai


Cukang Taneuh berada di aliran sungai Cijulang yang air sungainya berwarna hijau pekat namun terang, ini disebabkan karena terdapat tumbuhan air sejenis lumut yang menjadikannya hijau. Air sungai ini bermuara di dekat pantai Pangandaran, semakin ke hilir maka warna hijaunya akan semakin pudar karena bercampur dengan air tanah di sungai dataran yang lebih landai. Untuk mencapai hulu sungai ini perlu menuju ke hulu menggunakan perahu-perahu kecil yang banyak tersedia, harus didampingi guide


Pemandangan di Tengah Perjalanan Menuju Hulu Sungai

Selama masih di dalam perahu disuguhi pemandangan yang keren. Perahu melewati air sungai yang masih tenang dengan kanan kiri tebing-tebing tinggi, mirip green canyon di Mexico Amerika. Di atas tebing banyak tumbuhan berakar panjang maupun pohon-pohon berdiameter besar. Semakin berasa adem saja di Mexico ini, eh, di Ciamis yha hahahaha....






Menuju ke hulu masih harus di tempuh dengan berenang melawan arus sungai dan berjalan melewati bebatuan. Perahu yang mengantarkan ke hulu hanya berhenti setengah jalan karena dihadang bebatuan besar yang tidak memungkinkan perahu model apapun bisa melewatinya. Berawal dari sinilah kami berenang dan melompati bebatuan menuju tempat yang lebih tinggi agar dapat "menghanyutkan badan" (body rafting) lebih jauh. Berenang melawan arus cukup membuat kewalahan. 

Batas Laju Perahu





Siap Menuju Hulu Sungai


Terdapat tempat melompat yang sangat indah, dinamakan batu payung. Di sini kita dapat terjun bebas ke air sungai dari ketinggian 5-6 meter tergantung debit air di bawahnya. Batu ini unik karena betuknya seolah-olah sengaja diukir khusus untuk ajang melompat indah ^_^

Batu Payung Tempat Terjun ke Air Sungai


Tiba di hulu sungai yang cukup untuk "menghanyutkan badan", kami ditantang menaiki cerukan bebatuan di dinding sungai, mirip goa setengah terbuka. Rock climbing sedikit untuk mencapai titik tinggi di cerukan ini. Ternyata ada sumber mata air yang bening di sini, tidak berwarna hijau seperti air sungainya. Saya putuskan untuk duduk santai di sini sambil lamat-lamat menikmati pemandangan sungai dan sekitarnya.

Seems Like Green Canyon in Mexico


Okay, we are ready guys!
Rebahkanan badan di air lalu meluncuuuur.. Kendalikan badan agar tidak nyangkut atau terbentur bebatuan. Kegiatan ini cukup aman karena jeramnya tidak terlalu besar dan jarang. Apalagi jika badan sudah dilengkapi dengan pelampung, jangan khawatir. Sepanjang aliran tidak berupa jeram semua, sesekali ada genangan air yang tenang sehingga kita dapat istirahat sejenak mengapungkan badan. 
Sruuuuuuutttt....... Sensasinya seperti sedang bermain perosotan hihihihi.......





Selesai body rafting kami berperahu kembali menuju tempat kedatangan awal. Udara masih segar. But, oh my God,,, ada biawak ukuran kecil bertengger di pepohonan pinggir sungai. Saya kaget, tapi beruntung melihat binatang itu setelah menikmati body rafting, kalau melihatnya waktu pertama kali datang pasti saya nggak bakal berani berenang..





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Savana Cikasur yang Melegenda di Gunung Argopuro (Part 1)

Pengibaran Bendera Sepanjang 1 Kilometer di Gunung Rakutak, Bandung